Minggu, 01 Januari 2012

S.O.P SUCTION

SOP SUCTION

Pengertian

Suatu metode untuk mengeluarkan lendir atau sekret dari jalan nafas. Penghisapan ini biasanya dilakukan melalui mulut, nasofaring, atau trakea.

Tujuan
1. Mempertahankan kepatenan jalan nafas.
2. Mencegah aspirasi pulmonal oleh cairan atau darah.

Indikasi
1. Adanya lendir pada saluran nafas atas

Persiapan alat
> Alat Non Steril
a.  Alat penghisap lendir (suction) dengan botol berisi larutan desinfektan, misal: Lysol 2%.
b.   Pinset.
c.   Sarung tangan/ handscoen.
d.   2 kom kecil tertutup: 1 kom kecil tertutup berisi aquades / NaCl 0,9% dan 1 kom kecil tertutup berisi larutan desinfektan (savlon 1:100)
e.   Tongue spatel bila perlu.
f.    Kertas tissue.
g.   Kantong balutan kotor.
h.   Plester dan gunting.
i.    1 botol NaCl 0,9%.
j.    Nierbeken / bengkok.
k.   Oksigen.

> Alat steril
a. Kateter penghisap (suction) steril

Prosedur Pelaksanaan
A.  Tahap PraInteraksi
1.  Mengecek program terapi
2.  Mencuci tangan
3.  Menyiapkan alat

B.  Tahap Orientasi
1.  Memberikan salam pada pasien dan sapa nama pasien
2.  Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
3.  Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien

C. Tahap Kerja
1. Menutup sampiran (kalau perlu).
2. Mencuci tangan.
3. Mengatur posisi klien.
4. Meletakkan nierbeken didekat klien.
5. Memakai handscoen bersih.
6. Menghubungkan kateter suction ke pipa suction.
  7. Menyalakan mesin, masukkan kateter penghisap ke dalam kom berisi aquades/ NaCl 0,9%
8. Memasukkan ujung kateter dengan tangan kanan ke dalam mulut / hidung sampai kerongkongan
9. Melepaskan jepitan dan penghisap lendir dengan menarik dan memasukkan kateter dengan perlahan-lahan dengan arah diputar.
Lama penghisapan ± 10 – 15 detik dalam 3 menit untuk mencegah hypoxia.
10. Menarik kateter dan bersihkan dengan aquadest / NaCl 0,9%.
11. Mengulangi prosedur sampai jalan nafas bebas dari lender.
12. Mematikan mesin dan lepaskan kateter dari selang penghisap.
13. Merapihkan pasien dan kembalikan keposisi semula.
14. Merapihkan alat dan lepas sarung tangan.
15. Mencuci Tangan.

D. Terminasi
1. Mengauskultasi suara nafas dan bandingkan kondisi saluran nafas sebelum dan sesudah penghisapan lendir.
2. Mengidentifikasi adanya perbaikan status respiratorik.
3. Mengevaluasi perasaan klien
4. Menyimpulkan hasil kegiatan
5. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
6. Mengakhiri kegiatan
7. Mencuci dan membereskan alat
8. Mencuci tangan

E. Dokumentasi
1. Mencatat hasil pengkajian saluran nafas sebelum dan sesudah penghisapan, ukuran kateter yang digunakan, lama penghisapan, rute penghisapan, toleransi klien, tekanan mesin yang digunakan, karakteristik lendir (jumlah, bau, warna, dan konsistensi lendir).
2.  Mencatat respon klien selama prosedur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar